makalahonline.com
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan.
Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan
baik.
Makalah ini disusun agar
pembaca dapat mengetahui seberapa besar“masalah,tujuan dan kebijakan ekonomi.
terhadap perkembangan ekonomi yang kami sajikan berdasarkan pengamatan kami
kutip dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai
rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari
luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang
“masalah,tujuan
dan kebijakan ekonomi” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian
penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang
peduli terhadap dunia pendidikan.
Penyusun juga mengucapkan
terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun
agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan
dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Penulis
Rahmat hidayat
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
- LATAR
BELAKANG MASALAH............................................................. 1
- IDENTIFIKASI
MASALAH....................................................................... 1
- PERUMUSAN
MASALAH......................................................................... 2
BAB II.PEMBAHASAN......................................................................................... 3
MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI PEMERINTAH DI BIDANG EKONOMI 4
TUJUAN EKONOMI.............................................................................................. 6
KEBIJAKAN PEMERINTAH.............................................................................. 9
BAB III. PENUTUP................................................................................................ ...........
- KESIMPULAN............................................................................................. 11
- SARAN.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 12
BAB I .PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu pengetahuan dan
teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan
zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara
berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya
manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang
dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan,
memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.
Masalah perekonomian Indonesia
akhir-akhir semakin menghangat, dan banyak
ahli ekonomi kita malah semakin pesimis dengan program pemulihan ekonomi
Indonesia
dapat tercapai dalam waktu dekat.Maka dengan ini saya ingin membahas sedikit
tentang masalah dan kebijakan ekonomi di Indonesia dan Negara maju dan
berkembang. Memahami Masalah Global.
Interaksi ekonomi suatu Negara
banyak pula diwujudkan dalam perdagangan internasional dan kerja sama ekonomi
internasional. Tidak heran, Negara Indonesia banyak menerima bantuan
dari luar negeri, terutama saat krisis.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Sesuai dengan judul
makalah ini “Masalah,tujuan dan kebijakan ekonomi”, terkait dengan pelaksanaan
program pemerintah untuk memperbaiki masalah ekonomi di Indonesia terhadap pelaksanaan
program tersebut. Berkaitan
dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
- Bagaimana
peran pemerintah terhadap pelaksanaan program masalah ekonomi diindonesia.
- Bagaimana
cara pemerintah mengatasi atau meningkatkan perekonomian di indonesia
?
D. PERUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar belakang
dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan
sebagai berikut :
- Bagaimana
deskripsi pemerintah terhadap pelaksanaan program perekonomian di indonesia?
- Bagaimana
deskripsi cara agar persoalan masalah perekonomian di Indonesia teratasi?
BAB II. PEMBAHASAN
Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang
ekonomi
Masalah Utama
Perekonomian
1. Pertumbuhan
Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi
dapat diartikan sebagai perkembangan kegiatan perekonomian yang menyebabkan
bertambahnya jumlah barang dan jasa yang diproduksi masyarakat.
Perkembangan
teknologi juga mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi. Teknologi produksi
yang makin maju menyebabkan jumlah produksi bertambah dengan sangat baik.
Salah satu faktor
penting penentu pertumbuhan ekonomi adlaah pendapatan nasional. Bila pendapat
nasional terus-menerus meningkat dengan tajam bisa diharapkan pertumbuhan
ekonomi juga meningkat.
2. Ketidakstabilan
Perkembangan Ekonomi
Perekonomian selalu
mengalami kondisi naik turun dari satu period eke periode lainnya. Hal ini bisa
diakibatkan oleh kondisi perusahaan-perusahaan yang berada dalam perekonomian
tersebut.
Bila suatu Negara
menerapkan sistem ekonomi liberal yang sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar,
perkembangan ekonomi di Negara tersebut cenderung labil. Para
ahli ekonomi percaya bahwa dalam suatu perekonomian yang sepenuhnya diatur oleh
mekanisme pasar/liberal perkembangan ekonomi memang labil.
3. Pengangguran
Factor utama penyebab
pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat. Dalam suatu perekonomian,
pada umumnya pengeluaran agregat yang terjadi lebih rendah daripada pengeluaran
agregat yang diperlukan untuk mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh
(full employment). Hal ini menyebabkan terjadinya pengangguran. Selain itu,
pengangguran bisa juga disebabkan oleh karena pekerja mencari pekerjaan yang
lebih baik, penggunaan peralatan yang lebih modern.
Pengangguran
berdampak buruk terhadap perekonomian dan sosial individu yang mengalaminya.
Seorang yang menganggur tidak memiliki pendapat sehingga tidak bisa memenuhi
kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya. Hal ini bisa menjadi tekanan bagi
pelakunya dan bisa menimbulkan masalah sosial seperti kejahatan danp encurian,
bahkan pembunuhan.
4. Inflasi
Inflasi adalah suatu
proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Factor-faktor
yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut :
a. Tingkat
pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
barang dan jasa
b. Tuntutan kenaikan
upah dari pekerja.
c. Kenaikan harga
barang impor
d. Penambahan penawaran
uang dengan cara mencetak uang baru
e. Kekacauan politik
dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. akibatnya
angka inflasi mencapai 70%.
5. Ketidakseimbangan
Neraca Perdagangan dan Pembayaran
Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan transaksi
yang menunjukkan aliran pembayaran dari Negara-negara lain ke dalam negeri dan
dari dalam negeri ke Negara-negara lain dalam satu tahun tertentu.
1.
sumber daya manusia
- jumlah tenaga kerja
(kurang)
- restruktur perusahaan
2.
masalah globalisasi ekonomi
- masuknya produk Negara berkembang
ke negra maju
- perpindahan investasi dari
Negara maju ke Negara berkembang
- krisis ekonomiu di Negara
berkembang
3
masalah hidup
TUJUAN EKONOMI
- Pertumbuhan Ekonomi. Diharapkan standar hidup
masyarakat lebih tinggi. Produksilah lebih banyak barang dan jasa dengan
kualitas lebih baik atau kembangkan standar kehidupan yang lebih tinggi.
- Efisiensi
ekonomi (manfaat maksimum). Diusahakan dengan biaya minimal dari
produktifitas terbatas yang tersedia.
- Kesempatan kerja penuh. Pekerjaan cocok harus
tersedia bagi semua orang yang mampu dan tersedia untuk bekerja.
- Stabilitas tingkat harga. Inflasi dan deflasi perlu
dihindari. Kebijakan ekonomi disusun atau dirancang guna mencapai
tujuan-tujuan ekonomi tertentu.
- Kebebasan
ekonomi. Para eksekutif bisnis- pekerja
dan para konsumen perlu diberi kebebasan tinggi dalam menjalankan
aktivitas mereka.
- Distribusi pendapatan yang adil (an Equitable
Distribution of Income) tidak boleh adanya pihak yang teramat miskin
sedangkan pihak lain berkecukupan secara berlebihan.
- Kepastian
ekonomi
- Neraca perdagangan (Balance of Trade). Perlu
diupayakan adanya keseimbangan dalam perniagaan internasional dan
transaksi-transaksi finansial.
TUJUAN EKONOMI DLM ISLAM
Dalam
pandangan Islam, manusia bukanlah makhluk yang dikutuk karena membawa dosa
turunan (original sin), tetapi merupakan khalifah Allah SWT di muka bumi (QS.
2:30). Allah SWT menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia (QS. 2:29)
dan memberi kebebasan kepada manusia untuk mengelola sumber daya ekonomi yang
tersedia di alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membangun peradaban
manusia ke arah yang lebih baik.
Manusia
diberi kebebasan untuk
mengelola sumber daya ekonomi dan melakukan transaksi
perekonomian sesama mereka (muamalah). Mengenai muamalah (kegiatan ekonomi)
tersebut terdapat kaidah fiqh yang menyatakan bahwa “Hukum ashal (awal/asli)
dari muamalah adalah boleh (mubah) sampai ada dalil yang menyatakan sebaliknya.
Artinya, segala kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia diperbolehkan
asalkan tidak bertentangan dengan dalil-dalil nash (Al-Quran dan sunnah). Dengan
kata lain, kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk tujuan tertentu yang sejalan
dengan ajaran Islam.
Menurut Muhammad Umar Chapra,
salah seorang ekonom Muslim, tujuan-tujuan kegiatan ekonomi tersebut dapat
dirumuskan menjadi 4 macam.
1. kegiatan
ekonomi atau muamalah bertujuan untuk memperoleh kesejahteraan ekonomi dalam
batas-batas norma-norma moral Islami. Agama Islam membolehkan manusia untuk
menikmati rezeki dari Allah namun tidak boleh berlebihan dalam pola konsumsi
(QS. 2:60, 168, 172; 6:142; 7:31, 160; 16:114; 20:81; 23:51; 34:15; 67:15).
Di samping
itu Allah SWT mendorong umat-Nya untuk bekerja keras mencari rezeki setelah
setelah melakukan shalat Jum’at (QS. 62:10). Setiap usaha yang dilakukan oleh
manusia seperti bertani, berdagang, dan usaha-usaha halal lainnya dianggap
sebagai ibadah. Hal ini menujukkan bahwa usaha untuk memperoleh pertumbuhan
ekonomi yang lebih baik harus menjadi salah tujuan masyarakat Muslim.
2.
tatanan ekonomi yang diusahakan bertujuan untuk
membina persaudaraan dan menegakkan keadilan universal. Islam menginginkan
terbinanya tatanan sosial di mana semua individu mempunyai rasa persaudaraan
dan keterikatan layaknya suatu keluarga yang berasal dari orangtua yang sama
(QS. 49:13).
Dengan
demikian, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia jangan sampai
menimbulkan rasa permusuhan, peperangan, dan ketidakadilan ekonomi sebagaimana
yang masih banyak dijumpai pada saat ini. Dengan adanya rasa persaudaraan
sesama umat manusia, tidak akan timbul perebutan sumber-sumber ekonomi dan yang
timbul adalah bertolong-tolongan untuk kesejahteraan bersama (QS. 5:2).
3.
distribusi pendapatan yang seimbang. Islam mempunyai
komitmen yang tinggi terhadap persaudaraan manusia dan keadilan. Oleh karena
itu, ketidakadilan ekonomi tidak dibenarkan dalam Islam. Ketidakmerataan
ekonomi tersebut hanya akan meruntuhkan rasa persaudaraan antar sesama manusia
yang ingin dibina oleh Islam. Menurut ajaran Islam, semua sumber daya yang
tersedia merupakan ‘karunia Allah SWT yang diberikan kepada semua manusia’ (QS.
2:29), sehingga tidak ada alasan kalau
sumberdaya ekonomi itu hanya terkonsentrasi
pada beberapa kelompok manusia (QS. 59:7).
Pemerataan
tersebut dapat dilakukan melalui zakat, infak, shadaqah, wakaf, dan
transaksi-transaksi halal lainnya yang dikelola dengan baik sesuai dengan
spirit yang dikandungnya.
4.
tatanan ekonomi dalam Islam bertujuan untuk mewujudkan
kebebasan manusia dalam konteks kesejahteraan sosial. Salah satu misi yang
diemban oleh Muhammad saw adalah untuk melepaskan manusia dari beban-beban dan
belenggu yang ada pada mereka (QS. 7:157). Khalifah Umar bin Khatab mengatakan,
“Sejak kapan kamu memperbudak manusia padahal ibu-ibu mereka melahirkan mereka
dalam keadaan merdeka?” Imam Syafii juga mengatakan, “Allah menciptakan kamu
dalam keadaan merdeka, oleh karena itu jadilah manusia yang merdeka.” meskipun
demikian, kebebasan individu dalam konteks kesejahteraan sosial haruslah dalam
batas-batas yang ditentukan oleh Islam. Artinya kebebasan itu jangan sampai
berkonflik dengan kepentingan sosial yang lebih besar dan hak-hak orang lain.
KEBIJAKAN
PEMERINTAH
DI BIDANG EKONOMI
A. Arah Kebijakan
dan Sasaran Ekonomi Makro
Pertumbuhan ekonomi
didorong terutama dengan meningkatkan investasi dan ekspor serta mendorong
indstri pengolahan. Peningkatan investasi dan ekspor didorong dengan
meningkatkan daya tarik inestasi baik di dalam maupun di luar negeri;
mengurangi hambatan prosedur perizinan, administrasi perpajakan dan kepabeanan;
meningkatkan kepastian hukum termasuk terhadap peraturan-peraturan daerah yang
menghambat serta meningkatkan diversifikasi pasar ekspor dan mendorong komoditi
nonmigas yang bernilai tambah tinggi.
1. Pertumbuhan
Ekonomi dan Kebutuhan Investasi
Pertumbuhan ekonomi
didorong dengan meningkatkan investasi, menjaga ekspor nonmigas, serta memberi
stimulus fiscal dalam batas kemampuan keuangan Negara untuk menggerakkan semua
sector produksi, terutama industri dan pertanian.
2. Stabilitas
Ekonomi
Stabilitas ekonomi,
tercermin dari kondisi neraca pembayaran, moneter, dan keuangan Negara.
3. Pengangguran
dan Kemiskinan
Dengan pertumbuhan
ekonomi yang lebih tinggi, stabilitas ekonomi yang terjaga, serta berbagai
kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan
pengangguran, jumlah penduduk miskin dan pengangguran terbuka menurun.
B. INFLASI
Cara-cara Mengatasi Inflasi
1. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter
adalah segala kebijakan pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang dilakukan
melalui Bank Indonesia
(bank sentral) tujuannya menjaga kestabilan moneter agar kesejahteraan rakyat
meningkatkan.
2. Kebijakan Fiskal
Kebijakan ini
dilakukan oleh pemerintah sejalan dengan kebijakan moneter, ada 3 (tiga) cara
yang dilakukan dalam kebijakan fiscal, yaitu sebagai berikut.
a. Mengatur penerimaan dan pengeluaran
pemerintah
b. Menaikkan tarif pajak.
c. Mengadakan pinjaman pemerintah.
3. Kebijakan
Nonmoneter (Kebijakan Riil)
Kebijakan ini bisa ditempuh dengan cara
berikut.
a. Menaikkan hasil
produksi agar tingkat konsumsi bertambah, sehingga akan menambah uang beredar.
b. Kebijakan upah
yang disepakati dengan serikat-serikat buruh agar tidak terjadi banyak tuntutan
selama inflasi.
c. Pengawasan dan
epnetapan harga karena pengawasan yang tidak intensif dapat menimbulkan pasar
gelap (black market).
d. Dampak
Inflasi
1) Dampak inflasi
terhadap perekonomian sebagai berikut.
a) invenstasi
berkurang akibat turunnya nilai uang yang mengurangi minat orang untuk menabung
dan pertumbuhan output nasional dapat turun.
b) Mendorong tingkat
bunga melalui lembaga keuangan/perbankan untuk menghindari merosotnya nilai
uang.
c) Mendorong
tindakan spekulatif.
BAB III. PENUTUP
KESIMPULAN
Masalah Utama
Perekonomian
- Pertumbuhan Ekonomi
- Ketidakstabilan Perkembangan Ekonomi
- Pengangguran .
- Inflasi .
- Ketidakseimbangan Neraca Perdagangan dan
Pembayaran
1. sumber daya manusia
·
jumlah tenaga kerja (kurang)
·
restruktur perusahaan
2. masalah
globalisasi ekonomi
·
masuknya produk Negara berkembang ke negra maju
·
perpindahan investasi dari Negara maju ke Negara
berkembang
·
krisis ekonomiu di Negara berkembang
·
masalah hidup
- Pertumbuhan
Ekonomi
- Efisiensi
ekonomi (manfaat maksimum).
- Kesempatan
kerja penuh
- Stabilitas
tingkat harga
- Kebebasan
ekonomi.
- Distribusi
pendapatan yang adil (an Equitable Distribution of Income)
- Kepastian
ekonomi
- Neraca
perdagangan (Balance of Trade)
Kebijakan ekonomi
a. Arah Kebijakan dan Sasaran Ekonomi Makro
1. Pertumbuhan Ekonomi dan Kebutuhan Investasi
2. Stabilitas Ekonomi
3. Pengangguran dan Kemiskinan
b.arah kebijakan Inflasi
- Kebijakan Moneter
- Kebijakan Fiskal
- Kebijakan Nonmoneter (Kebijakan Riil)
DAFTAR PUSTAKA
Boediono. (1990), “Ekonomi mikro”, Yogyakarta:
BPFE
Sukirno, Sadono, (1985). “Ekonomi pembangunan:
proses, masalah, dan dasar kebijaksanaan”. Jakarta:
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Anief, Moh. 2000.”Buku
pintar bahasa indonesia.Yogyakarta” : Gadjah Mada
University Press.